Para ahli pertama kali memindai patung ini pada tahun 1992, namun kini hasil yang lebih terperinci dapat diperoleh berkat kemajuan teknologi, ujar Alexander Huppertz, direktur Imaging Science Institute di Berlin.
Gambaran baru ini menunjukkan bahwa wajah “tersembunyi” Nefertiti hasilnya jauh lebih realistis dengan ditemui sejumlah lekukan di sudut bibir (atas, bawah dan kiri) serta pipi dan tonjolan di hidungnya.
“Alat pemindai CT mampu menampilkan sisi dalam wajah yang tidak hanya bentuk yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata akan tetapi ia diperkaya dengan seni berkualitas tinggi,” jelas Huppertz. Di lapisan plester semen terakhir (atas, kiri bagian atas) dari patung itu, Thutmose ternyata ingin melicinkan kedutan dan benjolan hidung sang ratu, mungkin untuk memantulkan “ciri khas era saat itu,” tambah Huppertz, yang penelitiannya dituangkan di Jurnal Radiologi edisi April
Nefertiti adalah Permaisuri Agung (atau istri utama) dari Firaun Amenhotep IV (kemudian bergelar Akhenaten) dan merupakan ibu mertua dan mungkin ibu tiri dari Firaun Tutankhamun.
Ia juga kemungkinan memerintah kerajaan dalam waktu singkat dengan nama Neferneferuaten-Nefertiti setelah suaminya meninggal dan sebelum bertahtanya Tutankhamun.

Posted by alice pngen ..... on 17 April 2010 at 6:06 am
hemh…
Posted by Thomas on 18 April 2010 at 2:49 am
Sebuah pencapaian luar biasa dalam bidang arkeologi dan teknologi informasi
salam
Posted by juraganjengkol on 21 April 2010 at 8:03 am
Nice infonya gan….
Posted by orisogi on 23 April 2010 at 10:14 am
Aku suka ini bro..?
Posted by maharani ayu on 20 Juni 2010 at 1:25 am
hhahhah……
artikelnya bermutu semua…
i like it
Posted by ramaraka1 on 21 Juni 2010 at 2:51 am
thanks.